SEPUTARANINFO – Persib Bandung saat ini memimpin klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan koleksi 41 poin setelah 18 pekan, menunjukkan konsistensi luar biasa di bawah arahan pelatih Bojan Hodak. Tim Maung Bandung bahkan tak terkalahkan dalam lima laga terakhir, termasuk kemenangan tipis 1-0 atas PSBS Biak pada pekan ke-18. Namun, di balik tren positif tersebut, ada satu aspek yang mulai menjadi sorotan tajam: kinerja lini depan yang kurang tajam.
Tren Gol Minim di Empat Laga Terakhir

Dalam empat pertandingan teranyar Persib, tim ini tidak pernah berhasil mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga. Meski meraih hasil positif seperti kemenangan, pola permainan menunjukkan kesulitan dalam penyelesaian akhir. Laga kontra PSBS Biak menjadi contoh nyata: Persib mendominasi penguasaan bola, menciptakan banyak peluang, tapi hanya mampu menyarangkan satu gol melalui Berguinho da Silva di menit-menit akhir (menit 87).
Namun, tingkat konversi peluang menjadi gol masih rendah. Ini menimbulkan pertanyaan besar: mengapa lini depan yang diisi pemain berpengalaman dan talenta muda seperti Uilliam Barros Pereira (top skor sementara dengan kontribusi signifikan), Andrew Jung, Ramon Tanque, Beckham Putra Nugraha, serta Berguinho, belum mampu menghasilkan gol secara rutin?
Faktor Penyebab dan Performa Penyerang

Masalah finishing menjadi pekerjaan rumah utama Bojan Hodak. Beberapa penyerang tampak belum menemukan ritme terbaik. Ramon Tanque, misalnya, masih kesulitan konsisten menjadi ancaman utama, sementara kontribusi gol dari lini depan secara keseluruhan belum merata.
Pelatih Bojan Hodak sendiri mengakui hal ini pasca-laga melawan PSBS Biak, dengan menyoroti aspek penyelesaian akhir sebagai area yang perlu diperbaiki. Di sisi lain, pertahanan Persib justru menjadi yang terbaik di liga (paling sedikit kebobolan di paruh musim), membuat tim tetap kompetitif meski lini depan “puasa gol”.
Apa yang Harus Dilakukan ke Depan?

Untuk mempertahankan posisi puncak hingga akhir musim, Persib perlu segera menemukan solusi atas masalah ini. Persaingan ketat dengan Borneo FC (40 poin), Persija Jakarta (38 poin), dan tim lain membuat setiap poin sangat berharga. Bojan Hodak mungkin perlu variasi taktik, seperti memaksimalkan peran winger atau meningkatkan latihan finishing.
Jika lini depan bisa lebih klinis, Persib berpotensi menjadi juara yang tak terbendung. Namun, jika masalah ini berlarut, bisa menjadi celah bagi rival untuk menyusul. Maung Bandung sedang di persimpangan: tetap di puncak dengan gaya efisien, atau naik level dengan ketajaman yang lebih mematikan?











Leave a Reply