SEPUTARANINFO – Kebangkitan Como 1907 telah menjadi salah satu cerita paling menarik di sepak bola Italia akhir-akhir ini. Klub yang pernah terpuruk di divisi bawah dan sempat berada di Serie D kini bangkit pesat. Dalam waktu kurang dari satu dekade, mereka berhasil promosi ke Serie A dan bahkan finis di posisi menengah pada musim pertama mereka kembali ke kasta tertinggi. Musim 2025/2026 ini, di bawah kepemimpinan pelatih Cesc Fàbregas, Como terus menunjukkan performa impresif.
Kunci sukses ini adalah investasi besar dari pemilik klub, Grup Djarum asal Indonesia, yang mendanai transfer pemain berkualitas tinggi. Mereka membangun skuad muda, berbakat, dan berpengalaman internasional, yang membuat Como tampil beda dari klub-klub tradisional Serie A.
Dominasi Pemain Asing dalam Skuad

Salah satu fakta mencolok dari skuad Como saat ini adalah minimnya pemain asal Italia. Dari sekitar 27 pemain di tim utama musim 2025/2026, hanya segelintir yang berpaspor Italia—bahkan menurut data transfer, proporsi pemain asing mencapai lebih dari 90%.
Pemain Italia yang ada, seperti Edoardo Goldaniga (bek tengah), Mauro Vigorito (kiper cadangan), atau Alberto Dossena, sering kali hanya mendapat menit bermain terbatas atau bahkan jarang tampil. Beberapa sumber menyebut hanya sedikit pemain Italia yang benar-benar berkontribusi signifikan di lapangan musim ini. Hal ini kontras dengan tradisi Serie A yang biasanya mengandalkan talenta lokal untuk membangun identitas klub.
Alasan di Balik Strategi “Skuad Asing” ala Fabregas

Cesc Fàbregas sendiri pernah membela strategi ini secara terbuka. Ia mengakui bahwa dirinya dan direktur olahraga klub berusaha mendatangkan pemain Italia muda berkualitas, tetapi sulit menemukan yang sesuai level dan belum terikat kontrak dengan klub besar. Fabregas, dengan latar belakang kuat di Spanyol, lebih nyaman merekrut dari pasar La Liga dan Eropa lainnya—seperti pemain muda Spanyol berbakat atau veteran berpengalaman yang bisa langsung berkontribusi.
Pendekatan ini mirip dengan filosofi modern di klub-klub kaya: prioritas pada kualitas dan fit langsung daripada kewajiban membangun dari akademi lokal. Namun, hasilnya berbicara: Como bermain atraktif, kompetitif melawan tim besar, dan menarik perhatian Eropa.
Masa Depan: Rencana Integrasi Pemain Italia
Meski sukses dengan skuad asing, Como tidak menutup mata terhadap isu ini. Beberapa pemain Italia juga dipinjamkan untuk pengalaman, dengan harapan kembali lebih matang.
Kebangkitan Como membuktikan bahwa visi ambisius, dana kuat, dan pelatih visioner seperti Fabregas bisa mengubah klub kecil menjadi kekuatan baru. Namun, minimnya pemain Italia menjadi perdebatan: apakah ini model sukses masa depan atau justru mengikis identitas sepak bola Italia? Yang jelas, skuad asing racikan Fabregas telah membawa Como naik daun dan cerita ini masih jauh dari akhir.











Leave a Reply